
Ekspansi Mixue Indonesia Telah Resmi Tembus 2.400 Gerai
Ekspansi Mixue Indonesia bisnis minuman dan es krim di Indonesia terus menunjukkan perkembangan melalui ekspansi berbagai merek waralaba. Salah satu perusahaan yang mencatat pertumbuhan jaringan cukup besar adalah Mixue Indonesia.
Hingga Oktober 2026, Mixue telah memiliki lebih dari 2.400 gerai di berbagai wilayah Indonesia. Pencapaian tersebut memperlihatkan besarnya potensi pasar minuman kekinian sekaligus meningkatnya peran kemitraan dalam industri kuliner.
Selain memperluas jaringan gerai, perusahaan juga memperkuat sistem operasional, rantai pasok, dan strategi pemasaran. Dengan demikian, Mixue berupaya mempertahankan daya saing sekaligus membangun hubungan lebih dekat dengan konsumennya.
Mixue Indonesia terus memperluas bisnisnya melalui model kemitraan waralaba yang melibatkan pelaku usaha lokal. Hingga Oktober 2026, perusahaan telah memiliki lebih dari 2.400 gerai di seluruh Indonesia.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan besarnya penerimaan masyarakat terhadap produk minuman dan es krim. Selain itu, jaringan gerai yang semakin luas memperkuat posisi Mixue dalam persaingan industri minuman kekinian.
Secara global, MIXUE Group mengoperasikan 63.987 gerai di 17 negara hingga 30 Juni 2026. Angka tersebut memperlihatkan skala ekspansi perusahaan dalam mengembangkan bisnis internasional.
Di Indonesia, pengembangan jaringan di dukung oleh para mitra franchisee yang mengelola operasional gerai. Perusahaan juga memberikan pendampingan mulai dari pemilihan lokasi hingga pelatihan pengelolaan usaha.
Dengan demikian, calon mitra memperoleh dukungan untuk memahami standar operasional perusahaan. Selain itu, sistem kemitraan memungkinkan merek tersebut menjangkau berbagai kawasan perkotaan maupun permukiman.
Pertumbuhan ini sekaligus memperlihatkan peluang bisnis waralaba dalam industri makanan dan minuman. Namun, keberhasilan setiap gerai tetap bergantung pada pengelolaan usaha, lokasi, serta daya beli masyarakat.
Ekspansi Mixue Indonesia oleh karena itu, Mixue terus memperkuat strategi ekspansi secara berkelanjutan. Langkah tersebut di harapkan mampu mempertahankan pertumbuhan jaringan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen.
Dukungan Rantai Pasok Dan Teknologi Perkuat Operasional Mitra
Dukungan Rantai Pasok Dan Teknologi Perkuat Operasional Mitra di balik pertumbuhan jaringan gerai, sistem rantai pasok menjadi salah satu faktor penting bagi Mixue. Perusahaan mengembangkan sistem distribusi terintegrasi untuk mendukung ketersediaan bahan baku.
Melalui sistem tersebut, kebutuhan operasional mitra dapat di kelola secara lebih terstruktur. Selain itu, pengawasan distribusi membantu menjaga kualitas bahan baku sebelum sampai kepada konsumen.
Mixue juga memberikan dukungan berupa pelatihan dan pendampingan operasional kepada para mitra. Dengan demikian, setiap gerai dapat mengikuti standar pelayanan yang telah di tetapkan perusahaan.
Pengalaman sejumlah mitra memperlihatkan pentingnya dukungan tersebut dalam menjalankan bisnis. Anggi, salah satu mitra yang telah bergabung selama empat tahun, kini mengelola delapan gerai.
Bahkan, ia sedang mengembangkan tiga gerai tambahan untuk memperluas usahanya. Menurut pengalamannya, ketersediaan bahan baku dan respons supervisor membantu kelancaran operasional.
Sementara itu, mitra lainnya, Evi, menilai inovasi produk dan kekuatan merek turut mendukung keberlangsungan usaha. Ia juga mengapresiasi sistem operasional serta pendampingan dari tim pusat.
Selain dukungan kemitraan, Mixue memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi pelayanan. Hingga 30 Juni 2026, mesin penakar minuman otomatis telah di terapkan di lebih dari 18.000 gerai global.
Teknologi tersebut bertujuan menjaga konsistensi takaran sekaligus mendukung efisiensi operasional. Dengan berbagai pengembangan tersebut, perusahaan berupaya mempertahankan kualitas produk di tengah pertumbuhan jaringan yang semakin luas.
Kolaborasi Komunitas Menjadi Strategi Mixue Indonesia Menjangkau Konsumen
Kolaborasi Komunitas Menjadi Strategi Mixue Indonesia Menjangkau Konsumen selain mengembangkan jaringan waralaba, Mixue Indonesia juga memperkuat strategi pemasaran melalui kegiatan komunitas. Pendekatan tersebut bertujuan membangun hubungan lebih dekat dengan konsumen dari berbagai kalangan.
Salah satu langkahnya terlihat melalui kolaborasi bersama gim Free Fire dalam acara Matcha Booyah Series. Kegiatan tersebut berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 di Gandaria City Mall, Jakarta Selatan.
Acara ini mempertemukan komunitas gaming, musik, cosplay, serta pencinta matcha. Selain itu, pengunjung dapat mengikuti berbagai aktivitas hiburan yang mengangkat tema produk Mixue.
Rangkaian kegiatan mencakup turnamen Free Fire dan penampilan penyanyi Anggis Devaki. Grup musik perempuan Lemon juga turut memeriahkan acara tersebut.
Tidak hanya itu, maskot Snow King hadir untuk berinteraksi langsung dengan para pengunjung. Kehadirannya menambah pengalaman hiburan sekaligus memperkuat identitas merek di tengah masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, Mixue berupaya menjangkau konsumen melalui aktivitas yang dekat dengan minat mereka. Dengan demikian, interaksi merek tidak hanya berlangsung ketika konsumen mengunjungi gerai.
Strategi pemasaran berbasis komunitas juga memberikan kesempatan bagi perusahaan memperkenalkan produk melalui pengalaman berbeda. Terlebih, persaingan industri minuman kekinian membutuhkan inovasi pemasaran yang semakin kreatif.
Ke depan, pengembangan jaringan waralaba di perkirakan tetap menjadi bagian penting strategi bisnis Mixue. Namun, perusahaan juga perlu menjaga kualitas produk, efisiensi distribusi, dan kepuasan pelanggan.
Pada akhirnya, kombinasi ekspansi gerai, dukungan mitra, dan pemasaran komunitas menjadi fondasi pengembangan bisnis. Melalui pendekatan tersebut, Mixue berupaya mempertahankan posisinya dalam industri minuman dan es krim Indonesia Ekspansi Mixue Indonesia.